Pelatih Persis Solo, Ricky Nelson, menanggapi santai desakan mundur yang disuarakan suporter setelah Laskar Sambernyawa ditahan imbang De Red FC pada pekan kelima Liga 2 Championship 2026/2027.
Teriakan "Ricky Out" menggema di Stadion Manahan, Minggu (11/10/2026) sore WIB, setelah Persis Solo kembali gagal meraih kemenangan di kandang sendiri.
Dalam pertandingan tersebut, Persis dan De Red FC sama-sama berusaha mencari gol.
Namun, hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol yang tercipta sehingga kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 0-0.
Hasil ini semakin memperpanjang catatan kurang memuaskan Persis Solo pada awal musim.
Dari lima pertandingan yang sudah dijalani, Laskar Sambernyawa baru meraih satu kemenangan, yakni saat menghancurkan PSBS Biak dengan skor 7-0.
Sementara itu, Persis menelan dua kekalahan dengan skor identik 0-2 saat menghadapi Persela Lamongan dan Kendal Tornado FC.
Dua pertandingan lainnya berakhir imbang, yakni 1-1 melawan Persipura Jayapura dan 0-0 kontra De Red FC.
Rentetan hasil tersebut membuat kesabaran Solo Fans mulai menipis.
Desakan agar Ricky Nelson meninggalkan kursi pelatih pun terdengar lantang di Stadion Manahan setelah pertandingan.
Menanggapi tekanan tersebut, Ricky menganggap reaksi suporter sebagai hal yang wajar dalam sepak bola.
Ia memahami kekecewaan pendukung Persis yang menginginkan tim kesayangannya meraih hasil lebih baik.
Namun, Ricky menegaskan bahwa dirinya terikat kontrak dengan Persis Solo.
Karena itu, ia menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai masa depannya kepada manajemen klub.
"Oke, enggak ada masalah, itu semua wajar lah dalam sebuah sepak bola ketika semua kecewa mengungkapkan perasaannya demikian," ujar Ricky Nelson seusai pertandingan.
"Tetapi saya ini karyawan. Ya, saya ini karyawan. Saya punya kontrak dengan Persis dan saya adalah karyawan. Jadi, sebagaimana seorang karyawan, ya tunggu aja lah bagaimana manajemen bersikap," lanjutnya.
Ricky menegaskan dirinya bekerja untuk Persis Solo sehingga keputusan terkait posisinya sebagai pelatih menjadi kewenangan klub.
"Karena kan saya karyawan, saya kerja buat Persis. Jadi, terserah Persis aja, seperti apa Persis atau manajemen mau mengambil tindakan."
"Jadi, karena saya karyawan, saya mengerjakan aja pekerjaan saya. Begitu kira-kira," tuturnya.
Saat ini, Persis Solo masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Grup B atau Grup Timur Liga 2 Championship 2026/2027 dengan koleksi lima poin.
Laskar Sambernyawa tertinggal delapan angka dari Deltras FC yang memimpin klasemen dengan 13 poin.
Selanjutnya, Persis akan menghadapi laga berat dengan bertandang ke markas Deltras FC pada pekan keenam, Minggu (18/10/2026) pukul 15.30 WIB. (Tribunnews)
