Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Romeny : Gelar Juara Segalanya Untuk Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T02:47:44Z

Ada malam-malam dalam sepak bola yang maknanya melampaui hasil akhir di papan skor. Malam ketika sebuah kemenangan bukan hanya menjadi milik mereka yang berjuang di lapangan, melainkan juga milik mereka yang sepanjang perjalanan terus percaya, berharap, dan menanti. Bagi Indonesia, malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi salah satunya.


Gelar Piala ASEAN FIFA menjadi pencapaian bersejarah bagi tim nasional Indonesia di level senior. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara, pasukan Garuda akhirnya menuntaskan perjalanan dengan trofi yang sebelumnya belum pernah mereka menangkan.


Namun, cara gelar itu diraih membuat pencapaian tersebut terasa semakin istimewa. Setelah melalui pertandingan final yang berlangsung ketat melawan Thailand, kedua tim tetap tidak terpisahkan hingga 90 menit dan babak tambahan. Pada akhirnya, adu penalti menjadi penentu, dan Indonesia keluar sebagai pemenang untuk mengukir sejarah baru.


Bagi Ole Romeny, bagaimanapun, arti keberhasilan berarti lebih dari sekadar trofi.


“Sangat berarti, sangat berarti. Jika melihat semua orang, anak-anak, dan seluruh masyarakat, pencapaian ini begitu berarti bagi Indonesia. Kami sangat bangga dan rasanya seperti satu keluarga besar,” ujar Romeny kepada FIFA.


Kata-kata tersebut menggambarkan bahwa bagi para pemain, perjalanan Indonesia di Piala ASEAN bukan semata-mata tentang pertandingan yang harus dimenangkan. Ada sesuatu yang lebih besar yang mereka bawa setiap kali memasuki lapangan, hal itu adalah kebanggaan mengenakan jersey Merah Putih dan kesadaran bahwa mereka mewakili ratusan juta masyarakat.


“Ini sungguh luar biasa. Setiap kali bermain, kami selalu merasa sangat bangga mengenakan jersey ini. Terlebih ketika bermain di kandang sendiri, rasanya sungguh luar biasa,” lanjut Romeny.


Perasaan itu menemukan bentuknya di GBK. Dari atas lapangan, para pemain merasakan langsung energi yang mengalir dari tribun. Suara dan dukungan para suporter bukan sekadar latar dari sebuah pertandingan final, melainkan bagian dari pengalaman yang mereka jalani hingga peluit terakhir.


Sementara Luke Vickery mengungkapkan kepada FIFA bahwa final melawan Thailand merupakan pertandingan yang hampir mustahil dirangkum hanya dengan satu emosi. Ketegangan yang terjaga, perubahan momentum, hingga pertandingan yang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti membuat perjalanan menuju gelar terasa panjang dan penuh gejolak.


“Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, dengan momentum yang terus naik dan turun,” kata Vickery.


Namun, di tengah segala dinamika tersebut, Vickery memilih melihat pencapaian itu dari sudut pandang yang lebih luas. Ia memang memberikan kontribusi melalui gol dan assist sepanjang turnamen, tetapi semua catatan individual tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari sebuah tujuan kolektif.


“Saya selalu ingin terus berkembang. Saya mencetak beberapa gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini. Namun, pada akhirnya, kami berhasil memenangkan seluruh turnamen. Hanya itu yang terpenting,” ujarnya.


Ada sesuatu yang sederhana sekaligus kuat dari kalimat tersebut. Dalam sebuah tim yang mengejar gelar, kontribusi individu memiliki arti, tetapi pada akhirnya semuanya diukur dari kemampuan untuk membawa tim melewati garis akhir. Bagi Indonesia, seluruh gol, assist, momen sulit, dan pertandingan yang harus diperjuangkan hingga titik terakhir kini bermuara pada satu pencapaian, yaitu menjadi juara.


Kepada FIFA, Dean James mengaku bahwa malam tersebut memiliki lapisan makna yang lebih personal. Di tengah final yang menentukan sejarah Indonesia, ia mencetak gol pertamanya untuk tim nasional—dan melakukannya di panggung terbesar turnamen.


“Rasanya luar biasa bisa mencetak gol pertama saya untuk Indonesia di pertandingan ini, terlebih di final. Saya sangat senang kami akhirnya memenangkan pertandingan,” kata James.


Gol itu menjadi bagian dari sebuah malam yang kemungkinan akan selalu memiliki tempat khusus dalam perjalanan James bersama Indonesia. Namun, bukan hanya gol yang membuat pengalaman tersebut begitu istimewa. Ada pula atmosfer yang ia rasakan ketika berdiri di lapangan, di tengah stadion yang dipenuhi pendukung Indonesia.


“Saya melihat langsung atmosfernya. Ketika berada di lapangan, rasanya luar biasa. Sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata. Saya hanya sangat bahagia bisa bermain di sini,” ujarnya.(FIFA)